search-gray
Sabtu, 31 Oktober 2020

Bersama Polda Metro, Jusuf Kalla Ajak Masyarakat Mendonorkan Darahnya

Minggu, 20 September 2020

Ketua PMI Jusuf Kalla bersama jajaran Polda Metro Jaya dalam aksi donor darah.

Dalam memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-65 tahun 2020, Polda Metro Jaya menggelar “Donor Darah Polantas untuk kemanusiaan.” Kegiatan sosial ini berlangsung di Gedung BPMJ, Polda Metro Jaya, Sabtu (19/9/2020) pagi.

Hadir dalam kegiatan donor darah kali ini yaitu Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana bersama jajarannya.

Di kesempatan tersebut, Jusuf Kalla mengajak seluruh masyarakat di Indonesia untuk mendonorkan darahnya di masa pandemi Covid-19. Hal ini bertujuan agar untuk menjaga persediaan dalam memenuhi permintaan darah dari masyarakat.

Jusuf Kalla berterima kasih kepada Polda Metro Jaya serta jajarannya yang sudah ikut serta menggelar donor darah. “Terima kasih telah diundang oleh Kapolda Metro Jaya beserta jajarannya. Semoga donor darah ini menjadi contoh bagi masyarakat untuk menyumbangkan darahnya membantu sesama,” ujar pria yang akrab di panggil JK ini.

Selain itu, JK menyerukan, agar warga tidak perlu khawatir untuk mendonorkan darahnya di masa pandemi. Karena seperti diketahui Covid-19 ini menular dari saluran pernapasan, mata dan mulut dengan kata lain tidak ditularkan melalui darah.

Tentunya dalam melaksanakan donor darah PMI sudah menerapkan standar keamanan yang tinggi, sehingga JK memastikan tidak akan terjadi penularan Covid-19 terhadap pendonor maupun yang lainnya.

Kemudian peralatan yang digunakannya pun sudah pasti higienis dari berbagai virus, kuman maupun bakteri. Menurutnya, donor darah tidak akan dilakukan jika tidak memenuhi standar protokol kesehatan ketat.

Bahkan, selain petugas UDD pendonor pun diwajibkan menggunakan masker, dan ada juga petugas PMI yang menggunakan hazmat. Selain itu, sebelum pengambilan darah, pendonor pun diperiksa lebih dulu suhu tubuhnya dan lainnya untuk memastikan tidak dalam keadaan sakit atau terindikasi terinfeksi Covid-19.

Setelah transfusi, darah dari pendonor pun diperiksa kembali di laboratorium untuk memastikan terbebas dari berbagai penyakit. “Laboratorium dan alat untuk memeriksa kualitas darah yang kami punya sudah modern dan memiliki standar yang tinggi, dan dipastikan darah yang disalurkan untuk yang membutuhkan sehat,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, menurut JK, PMI melakukan strategi “jemput bola” agar kebutuhan darah tetap tersedia, meskipun hingga kini secara nasional masih kekurangan 20 hingga 30 persen.

Strategi jemput bola tersebut dilakukan dengan cara melibatkan langsung personel TNI, Polri hingga Aparatur Sipil Negara (ASN). Usaha PMI tidak sia-sia dimana sekitar 50 persen persediaan darah di Indonesia berasal dari tiga instansi tersebut.

Dalam rangka peringatan hari jadi PMI pada 17 September 2020, organisasi kemanusiaan itu kembali menggalakkan aksi donor darah bekerja sama dengan TNI-Polri, tepatnya dimulai pada 5 September. Berdasarkan jadwal yang telah ditentukan, kegiatan itu akan terus dilaksanakan hingga 22 September 2020 mendatang.

Kegiatan aksi donor darah tersebut merupakan komitmen PMI agar tetap bisa menyediakan kantong darah untuk masyarakat yang membutuhkan.

Selain strategi jemput bola, PMI juga melakukan subsidi donor darah dimana daerah yang kekurangan dapat dibantu oleh daerah lain yang memiliki pasokan lebih. Misalnya DKI Jakarta kekurangan darah, maka PMI Sulawesi atau daerah lainnya dapat membantu. (Fer).

Sumber : pmjnews.com